Dari Ustad Agus Hendra.
Siapakah yang pantas disebut sahabat dan saudara?
Yang mengajakmu makan malam di cafe?
Yang membeli tiket untuk nonton bareng?
Yang nangis bareng ketika nonton konser?
Yang selalu berada disebelahmu ketika foto narsis
Yang mengirimkan sms: "jangan lupa mamam tiang eeaa..
"
Yang mengunjungimu ketika dalam keadaan bete dan bosan? Baiklah...
Mungkin itu adalah sahabat versi terbaik kita...
Namun dalam Al-Quran ALLAH ﷻ menjelaskan, manusia yang pantas disebut sahabat dan saudara adalah:
"Yang membantumu dalam kebaikan dan menasehatimu dalam keburukan serta bersabar didalamnya ...."
Maka ... hitunglah baik baik ...
💕siapa yang mengajak kita sholat berjamaah
💕siapa yang memberikan contoh kita melakukan kebaikan,
💕siapa yang menasehati jika kita berbuat salah
💕siapa yang menjawab kegalauan kita
💕 siapa yang mencegah kita berbuat maksiat
💕siapa yang marah bila kita berkhalwat atau sekedar ikhtilat.
Bila ternyata tidak ada seorangpun yang melakukannya kepada kita, sungguh-sungguh malang sekali nasib kita selama ini ...
#Karena ternyata ... kita tidak memiliki sahabat seorangpun walau kita berfikir telah memilikinya ...
Minggu, 21 September 2014
Belum siap pakai hijab,,,Kapan lagii ?
Assalamualaikum warohmatullah ukhtifillah.
Di dalam Al Quran, perempuan Muslim diwajibkan menutup aurat mereka. Namun, kenyataannya, sampai saat ini masih banyak perempuan yang enggan berjilbab untuk menutup aurat mereka.
"Ketika ditanya mengapa mereka belum mau berjilbab, ada banyak alasan yang dikemukakan. Mulai dari alasan klasik sampai alasan yang seperti dibuat-buat," ungkap Muhammad Assad, penulis 99 Hijab Stories: A Beautiful Spiritual Journey saat peluncuran bukunya di Plaza Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Menurut survei yang dilakukannya, ada 10 alasan klasik perempuan untuk tidak berhijab:
1. Belum siap
Dalam bukunya, Assad mengungkapkan bahwa hal ini merupakan alasan nomor satu yang paling sering didengar. Menurut dia, siap atau tidak siapnya seseorang yang menentukan adalah dirinya sendiri dan bukan orang lain. Kebanyakan orang justru merasa siap setelah mereka berhijab dan bukan sebaliknya.
2. Menghijabkan hati dulu
Jawaban klise yang juga sering dipakai adalah, "Nanti saja, saya mau menghijabkan hati dulu". Ketika mendengar jawaban seperti ini, Assad akan langsung nyeletuk, "Emang hati bisa dihijabin?"
Tidak ada batasan dan ukuran yang jelas sampai di titik mana seseorang dikatakan berhasil menghijabkan hati. Padahal, Allah sendiri sudah memerintahkan untuk menghijabkan kepala, bukan hati.
Kalau menunggu berhijab saat hati sudah bersih dan perilaku seperti Siti Aisyah pasti kelamaan. Maka lebih baik mulai menghijabkan kepala dulu sambil pelan-pelan memperbaiki hati, demikian menurut Assad.
3. Belum dapat hidayah
Hidayah itu harus dicari dan tidak serta-merta jatuh dari langit. Lalu bagaimana cara mendapat hidayah-Nya? Mudah saja, selalu kerjakan segala perintah-Nya dan jauhi larangan-Nya.
Begitu juga dengan berhijab. Kalau Anda hanya tidur di kamar menunggu hidayah datang pasti Anda tidak akan mendapatkannya. Karena pada dasarnya, ketika hati ingin berjilbab, maka ini sudah merupakan bentuk hidayah dari-Nya.
4. Tidak yakin berhijab itu kewajiban
Jika Anda tak yakin kalau berhijab itu adalah sebuah kewajiban, ada baiknya Anda membuka kembali Al Quran. Di dalamnya sudah tertulis bagaimana Allah memerintahkan semua perempuan muslimah untuk memakai hijab. Tentunya perintah ini dibuat untuk kebaikan perempuan sendiri.
5. Panas dan merusak rambut
Alasan berhijab itu panas dan bisa merusak rambut itu sangat berlebihan. Sekarang ini tren busana muslimah sudah sangat modern, apa lagi ada beragam produk kecantikan yang bisa melindungi rambut dari kerusakan atau kekeringan saat memakai hijab.
Justru sebaliknya, dengan berhijab kulit akan terlindungi, terutama dari sinar UV yang berbahaya. Jelaslah bahwa sebenarnya fungsi hijab ini bukan untuk merusak, melainkan untuk melindungi pemakainya.
6. Dilarang orangtua
"Saya tadinya tidak percaya dengan alasan ini, sampai suatu saat saya benar-benar melihat langsung. Teman saya yang sudah berhijab tiba-tiba melepas hijabnya dengan alasan dilarang ibunya. Ibunya takut si anak tidak mendapat jodoh, tidak dapat pekerjaan, dikucilkan, dan lain-lainnya," tulis Assad.
Status orangtua dalam agama memang sangat tinggi, dan anak diwajibkan patuh pada mereka. Hanya saja, aturan kepatuhan ini hanya berlaku jika orangtua memerintahkan hal yang sesuai dengan perintah Allah. Kalau tidak sesuai, sebaiknya jangan diikuti.
7. Susah dapat rezeki atau pekerjaan
Allah sudah mengatur rezeki, nasib, dan jodoh setiap manusia. Satu yang hal yang harus dipahami adalah rezeki itu bukan bergantung dari bos di kantor atau partner bisnis Anda. Jadi tidak logis kalau Anda takut kekurangan rezeki karena memakai hijab. Bukan hijab yang harus "disalahkan" ketika Anda tak mendapatkan rezeki atau pekerjaan, tapi mungkin usaha dan doa Anda yang belum maksimal untuk menjemput rezeki dariNya.
8. Jauh jodoh
"Ini adalah pemikiran yang sangat salah. Justru sebaliknya, semua laki-laki pasti ingin menikah dengan perempuan yang sholeha, cantik fisik dan perilakunya," katanya.
Prioritas utama yang harus dipilih pria dari seorang perempuan adalah agamanya, alias seiman. Maka sebandel-bandelnya pria, ia pasti ingin menikah dengan perempuan yang saleha. Karena perempuan itu nantinya bukan hanya jadi istri, tapi juga ibu dari anak-anaknya.
9. Tidak modis
Alasan ini mungkin saja benar di tahun 1990-an. Tetapi jika melihat perkembangannya sekarang ini, alasan ini sudah tak relevan. Sejak tahun 2010, perkembangan busana muslim sangat pesat. Justru hijab telah menjadi semacam ikon baru di dunia fashion Indonesia. Hijab tak lagi jadi halangan untuk tampil modis dan gaya, karena orang Indonesia kini semakin kreatif untuk berkreasi dengan hijab dan busana yang dipakai.
10. Takut jelek
Banyak perempuan yang berpikiran bahwa memakai hijab bisa membuat perempuan jadi terlihat tua dan jelek. Benarkah? Sebagai laki-laki, Assad justru berpikir sebaliknya. Baginya, perempuan yang berhijab itu terlihat lebih cantik dan inner beauty-nya lebih terpancar jelas.
Hijab akan mempercantik pemakainya dari luar dan dalam. Saat seseorang berhijab akan tumbuh keinginan untuk memperbaiki akhlak dan perilaku sehari-hari.
Insya allah bermanfaat..
Di dalam Al Quran, perempuan Muslim diwajibkan menutup aurat mereka. Namun, kenyataannya, sampai saat ini masih banyak perempuan yang enggan berjilbab untuk menutup aurat mereka.
"Ketika ditanya mengapa mereka belum mau berjilbab, ada banyak alasan yang dikemukakan. Mulai dari alasan klasik sampai alasan yang seperti dibuat-buat," ungkap Muhammad Assad, penulis 99 Hijab Stories: A Beautiful Spiritual Journey saat peluncuran bukunya di Plaza Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Menurut survei yang dilakukannya, ada 10 alasan klasik perempuan untuk tidak berhijab:
1. Belum siap
Dalam bukunya, Assad mengungkapkan bahwa hal ini merupakan alasan nomor satu yang paling sering didengar. Menurut dia, siap atau tidak siapnya seseorang yang menentukan adalah dirinya sendiri dan bukan orang lain. Kebanyakan orang justru merasa siap setelah mereka berhijab dan bukan sebaliknya.
2. Menghijabkan hati dulu
Jawaban klise yang juga sering dipakai adalah, "Nanti saja, saya mau menghijabkan hati dulu". Ketika mendengar jawaban seperti ini, Assad akan langsung nyeletuk, "Emang hati bisa dihijabin?"
Tidak ada batasan dan ukuran yang jelas sampai di titik mana seseorang dikatakan berhasil menghijabkan hati. Padahal, Allah sendiri sudah memerintahkan untuk menghijabkan kepala, bukan hati.
Kalau menunggu berhijab saat hati sudah bersih dan perilaku seperti Siti Aisyah pasti kelamaan. Maka lebih baik mulai menghijabkan kepala dulu sambil pelan-pelan memperbaiki hati, demikian menurut Assad.
3. Belum dapat hidayah
Hidayah itu harus dicari dan tidak serta-merta jatuh dari langit. Lalu bagaimana cara mendapat hidayah-Nya? Mudah saja, selalu kerjakan segala perintah-Nya dan jauhi larangan-Nya.
Begitu juga dengan berhijab. Kalau Anda hanya tidur di kamar menunggu hidayah datang pasti Anda tidak akan mendapatkannya. Karena pada dasarnya, ketika hati ingin berjilbab, maka ini sudah merupakan bentuk hidayah dari-Nya.
4. Tidak yakin berhijab itu kewajiban
Jika Anda tak yakin kalau berhijab itu adalah sebuah kewajiban, ada baiknya Anda membuka kembali Al Quran. Di dalamnya sudah tertulis bagaimana Allah memerintahkan semua perempuan muslimah untuk memakai hijab. Tentunya perintah ini dibuat untuk kebaikan perempuan sendiri.
5. Panas dan merusak rambut
Alasan berhijab itu panas dan bisa merusak rambut itu sangat berlebihan. Sekarang ini tren busana muslimah sudah sangat modern, apa lagi ada beragam produk kecantikan yang bisa melindungi rambut dari kerusakan atau kekeringan saat memakai hijab.
Justru sebaliknya, dengan berhijab kulit akan terlindungi, terutama dari sinar UV yang berbahaya. Jelaslah bahwa sebenarnya fungsi hijab ini bukan untuk merusak, melainkan untuk melindungi pemakainya.
6. Dilarang orangtua
"Saya tadinya tidak percaya dengan alasan ini, sampai suatu saat saya benar-benar melihat langsung. Teman saya yang sudah berhijab tiba-tiba melepas hijabnya dengan alasan dilarang ibunya. Ibunya takut si anak tidak mendapat jodoh, tidak dapat pekerjaan, dikucilkan, dan lain-lainnya," tulis Assad.
Status orangtua dalam agama memang sangat tinggi, dan anak diwajibkan patuh pada mereka. Hanya saja, aturan kepatuhan ini hanya berlaku jika orangtua memerintahkan hal yang sesuai dengan perintah Allah. Kalau tidak sesuai, sebaiknya jangan diikuti.
7. Susah dapat rezeki atau pekerjaan
Allah sudah mengatur rezeki, nasib, dan jodoh setiap manusia. Satu yang hal yang harus dipahami adalah rezeki itu bukan bergantung dari bos di kantor atau partner bisnis Anda. Jadi tidak logis kalau Anda takut kekurangan rezeki karena memakai hijab. Bukan hijab yang harus "disalahkan" ketika Anda tak mendapatkan rezeki atau pekerjaan, tapi mungkin usaha dan doa Anda yang belum maksimal untuk menjemput rezeki dariNya.
8. Jauh jodoh
"Ini adalah pemikiran yang sangat salah. Justru sebaliknya, semua laki-laki pasti ingin menikah dengan perempuan yang sholeha, cantik fisik dan perilakunya," katanya.
Prioritas utama yang harus dipilih pria dari seorang perempuan adalah agamanya, alias seiman. Maka sebandel-bandelnya pria, ia pasti ingin menikah dengan perempuan yang saleha. Karena perempuan itu nantinya bukan hanya jadi istri, tapi juga ibu dari anak-anaknya.
9. Tidak modis
Alasan ini mungkin saja benar di tahun 1990-an. Tetapi jika melihat perkembangannya sekarang ini, alasan ini sudah tak relevan. Sejak tahun 2010, perkembangan busana muslim sangat pesat. Justru hijab telah menjadi semacam ikon baru di dunia fashion Indonesia. Hijab tak lagi jadi halangan untuk tampil modis dan gaya, karena orang Indonesia kini semakin kreatif untuk berkreasi dengan hijab dan busana yang dipakai.
10. Takut jelek
Banyak perempuan yang berpikiran bahwa memakai hijab bisa membuat perempuan jadi terlihat tua dan jelek. Benarkah? Sebagai laki-laki, Assad justru berpikir sebaliknya. Baginya, perempuan yang berhijab itu terlihat lebih cantik dan inner beauty-nya lebih terpancar jelas.
Hijab akan mempercantik pemakainya dari luar dan dalam. Saat seseorang berhijab akan tumbuh keinginan untuk memperbaiki akhlak dan perilaku sehari-hari.
Insya allah bermanfaat..
STORYBOARD
Apa pengertian dari storyboard?
Storyboard adalah sketsa gambar yang disusun berurutan sesuai dengan naskah, dengan storyboard kita dapat menyampaikan ide cerita kita kepada orang lain dengan lebih mudah, karena kita dapat menggiring khayalan seseorang mengikuti gambar-gambar yang tersaji, sehingga menghasilkan persepsi yang sama pada ide cerita kita.
Salah satu tahapan penting dalam produksi film adalah membuat storyboard.Setelah sutradara dan pengarah photografi membahas sebuah adegan mereka kemudian bertemu dengan artis storyboard untuk menegaskan gagasan mereka dalam gambar.Nah disitulah terbentuklah rancangan rancangan shooting,dan apabila di rasa ada yang kurang pas nantinya akan di lakukan revisi.
Ciri-ciri dari storyboard :
Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
1.Berbentuk persegi panjang
2.kumpulan dari kertas gambar yang berisi rangkaian-rangkaian kejadian dll.
Macam-macam storyboard :
1. Storyboard Layout
Pada storyboard layout, designer hanya memberikan gambaran menu secara ringkas layaknya pembuatan konsep biasa. Metode ini juga disebut tree/pohon.
2. Storyboard animasi
Pada storyboard animasi, designer memberikan alur cerita dari desainya. Dengan menammpilkan scene, secuence (adegan), board (sketsa mentah), durasi, dan deskripsi naskah maka audience paham gambaran umum cerita yang disajikan per adegan
Perbedaan antara storyboard dan
storyline :
contoh storyboard.
Penggunaan storyboard dalam berbagai
bidang :
2.Video games,video game menggunakan banyak perencanaan termasuk brainstroming konsep dari game dan interaksi pemakai.
3.Web design,biasanya digunakan untuk sketsa web seperti gambar,video,animasi dan ilustras.
4.Multimedia,banyak dipakai untuk CD edukasi,pelatihan atau program tutorial,dll.
Nah itulah,sedikit mengenai Storyboard.
Semoga bermanfaat yaa,,,,
Terima kasih.
Langganan:
Postingan (Atom)